Sabtu, 17 November 2012

Alqassam Tembak Jatuh F16 Israel

Brigade AlQassam melalui juru bicaranya mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pejuang Hamas berhasil menembak jatuh pesawat tempur F-16 Israel di Khan Younis, Gaza, Jum'at (16/11). ''Al-Qassam menembak jatuh pesawat F-16 menggunakan roket Ardjuu,'' sebut rilis Al-Qassam pada radio-radio lokal. Sumber Kantor Berita Islam MINA di Gaza melaporkan kumandang takbir "Allahu Akbar" bergema di penjuru Gaza atas keberhasilan pejuang menembak jatuh F-16 Israel ini. "Warga Gaza bertakbir suka cita atas keberhasilan ini," kata sumber MINA. Dari media setempat, Israel telah mengkonfirmasi jatuhnya pesawat ini. Tapi, belum ada laporan apakah pilotnya selamat atau tewas pada tembakan tersebut. Pesawat F-16 merupakan pesawat andalan angkatan udara Israel untuk melakukan serangan pembuka terhadap serangan darat yang akan dimulai dalam waktu dekat ini. Sementara, mereka menyiapkan artilerinya di perbatasan yang menunjukkan kesiapan mereka untuk menyerang habis-habisan Gaza lewat darat. Sejak Rabu kemarin, F-16 Israel terus menerus memuntahkan misilnya ke arah rumah penduduk Gaza dimulai dengan tembakannya terhadap sebuah mobil di Gaza City. Seorang petinggi HAMAS, Ahmed al-Ja’bary, syahid atas serangan tersebut. Hingga saat ini serangan F-16 ini telah menewaskan 29 warga Palestina yang sebagian besar adalah anak-anak dan wanita. Sebanyak 250 lebih mengalami luka-luka.

Rabu, 03 Oktober 2012

Manusia yang tak Disukai Allah

Dalam Alquran ditemukan beberapa ayat dengan variasi beragam yang diawali dengan “in nallaha laa yuhibbu” (sesungguhnya Allah tak suka). Dengan tegas Allah SWT menyatakan ketidaksukaan kepada karakter-karekter negatif dan destruktif. Seperti al-mufsidin (merusak, QS [5]: 64), azh-zhalimin (zalim, [3]: 140), al-musrifin (berlebihan, [6]:141), al-mu’tadin (melampaui batas, [2:190]), al-mustakbirin (menyombongkan diri, [16]:23), kaffarin atsiim (kufur lagi bergelimang dosa, [2]: 276), khawwanin atsima (berkhianat dan berlumur dosa, [4]: 107), khainin (penghianat, [8]: 58), dan mukhtalan fakhura (sombong dan membanggakan diri, [4]: 36, [31]: 18, [57]: 23). Dalam Tafsir Al-Azhar, Prof Dr Buya Hamka menjelaskan makna kata mukhtalan fakhura. Mukhtal artinya melagak, menyombong, merasa seakan-akan dunia ini dia yang punya. Bumi serasa dilangkahi, langit serasa dipersunting, awak merasa tinggi benar, hina dan mulia tak dikenal, tua dan muda tak disapa. Itulah sombong sikap hidup. Sementara fakhur adalah cakap yang sombong, perkataan yang selalu meninggi, memandang rendah orang lain, seakan-akan diri tak ada tandingan. Bercakap tinggi, membanggakan diri, menyebut bahwa dia paling pintar atau gagah berani atau si anu pernah dibantunya dan membanggakan keturunan, nenek moyang, kabilah, dan suku. Dalam Surah An-Nisa’ ayat 36-38 disebutkan empat karakter buruk dari mukhtalan fakhura. Pertama, orang-orang yang kikir dan menyuruh orang berbuat kikir. Bakhil adalah kesombongan, baik kepada Allah SWT yang telah memberi karunia maupun kepada manusia (QS [57]: 24). Sifat ini adalah kemusyrikan stadium awal karena menyekutukan Allah dengan harta benda. Kebakhilan muncul dalam diri manusia karena terlalu mencintai harta melebihi cintanya kepada Tuhan. (QS [100]: 6-8) dan menumpuk harta (QS [102]: 1). Kedua, menyembunyikan karunia Allah. Seseorang yang bakhil akan menutupi kenikmatan yang diperolehnya dan tidak ingin diketahui orang lain. Orang-orang yang terserang penyakit berbahaya ini, hidupnya akan menderita hingga akhir hayat. Sebab, setiap karunia yang diterimanya tak pernah disyukuri dan dibagikan untuk orang lain (QS [93]: 11). Orang bakhil itu termasuk kufur nikmat (QS [4]: 37). Ketiga, orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji). Riya juga merupakan kemusyrikan, yakni menyekutukan Allah dengan manusia. Ia mengeluarkan zakat, infak, sedekah dan wakaf, serta shalat dan puasa karena ingin dipuji dan dikatakan dermawan. (QS [2]: 264). Keempat, orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Ketiga golongan tersebut di atas, akan tampak dari sikap dan perbuatannya. Meskipun menjalankan syariat Islam, mereka tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Sekiranya beriman kepada Allah dan hari akhir, tentu mereka tidak bakhil atau riya. Dalam keseharian, mereka yang mengidap keempat penyakit hati ini akan membanggakan diri dan pongah (QS [31]: 18). Hal tersebut disebabkan mereka berteman dengan setan (QS [4]: 38). Manusia tak suka dan Allah pun tak suka. Wallahu a’lam.

Selasa, 02 Oktober 2012

Tuhan Tidak Pernah Tidur

Allah SWT adalah zat yang hanya dapat kita rasakan dengan kedekatan diri dalam melakukan ibadah-ibadah yang didasari keikhlasan, beberapa trik yang dapat anda lakukan agar anda mengenal Tuhan : pertama, ada keinginan kuat untuk dapat bersamanya,melakukan sesuatu yang disukai-Nya kedua, terus melakukan kontak dengan-Nya tampa henti-henti. ketiga, siap diberikan apapun oleh-Nya walaupun sekedar penolakan. Inilah cara praktis mengenal Tuhan Anda....